Tiga Destinasi Wisata Berbasis Sejarah dan Budaya Baru di Palembang Resmi Dilaunching

Palembang, Sejarah1890 Dilihat

ONews-id.com (Palembang)-Pj Wali Kota Palembang Dr. A. Damenta, Mag.rer.publ, CGCAE secara resmi melaunching tiga destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya baru di Kota Palembang, Jumat (25/10) di depan Lawang Borotan samping benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Tiga destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya baru di Kota Palembang, adalah Gedung Walikota Palembang (atau Gedung watertoren) yang mewakili era Kolonial Belanda, Lawang Borotan mewakili era Kesultanan Palembang Darussalam dan Gedung Kesenian Palembang yang mewakili era kemerdekaan.

Acara diawali dengan pembacaan syair Perang Menteng oleh Ketua Komunitas Batang Hari (Kobar) 9 Vebri Al Lintani hingga penampilan teatrikal diasingkan nya Sultan Mahmud Badaruddin II melewati Lawang Borotan yang dimainkan oleh Kobar 9 dan dilanjutkan diskusi atau bincang budaya dengan tema “ Lawang Borotan , Sejarah Masa Kini dan Pemanfaatannya ,” yang di pandu oleh Vebri Al Lintani.

Hadir diantaranya Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH M Kn, Pj Wali Kota Palembang Dr. A. Damenta, Mag.rer.publ, CGCAE , sejumlah Kepala Dinas di lingkungan Pemkot Palembang, seniman, budayawan, sejarawan kota Palembang, perwakilan Bank Sumsel babel dan Bank Indonesia, Perwakilan Dewan Kesenian Palembang (DKP) dan Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS), pembakti Kesultanan Palembang Darussalam, perwakilan dari Perlak (Malaysia).

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH M Kn berterima kasih atas inisiatif dan keinginan Pj Walikota Palembang menjadikan Lawang Borotan sebagai destinasi wisata di kota Palembang .

“ Mudah-mudahan dengan dijadikannya kawasan ini menjadi destinasi wisata kota tua di Sumsel , apalagi bersebelahan dengan Kraton Kuto Besak , Insya Allah tingkat PAD pariwisata ini bisa naik dan membantu UMKM di Palembang terima kasih kepada pak Pj dan stakeholder yang saling bahu membahu membentuk kawasan cagar budaya ini menjadi destinasi wisata yang bisa memberikan edukasi dan narasi yang baik buat kota Palembang,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Pj Wali Kota Palembang Dr. A. Damenta, Mag.rer.publ, CGCAE menyebutkan bahwa nantinya Lawang Borotan, Kantor Ledeng dan Gedung Kesenian akan menjadi destinasi wisata yang terkoneksi satu dengan yang lainnya.

“Dengan mengucap Bissmillah launching Lawang Borotan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya resmi saya buka, semoga ini mendapatkan berkah dan kembali menjadikan Palembang yang bisa mendunia,” kata A Damenta.
Peresmian ini juga menandai awal dimulainya revitalisasi kawasan Lawang Borotan.

“Perbaikan dan mempercantik sekitar 1 bulan lebih, mudah-mudahan akhir november sudah selesai sehingga menarik dapat angle baru dan tidak meninggalkan sejarahnya,” katanya.

Damenta berpesan kepada sejarawan, budayawan serta pegiat seni agar tiap bulan secara berkala diadakan penampilan teatrikal di Lawang Borotan.

Ia kembali menuturkan bahwa Pemkot Palembang tidak bisa bekerja sendiri untuk itu menggandeng stake holder terkait diantaranya Bank Sumsel Babel, Bank Indonesia dan juga PDAM.

“Jadi ini semua kami persembahkan untuk masyarakat Palembang khususnya dan semua masyarakat Sumbagsel, dengan harapan bisa mendongkrak UMKM dan sejarah tetap terjaga,” katanya.

Sedangkan Lawang Borotan menurutnya meski beberapa tahun lalu pernah dilaunching tapi berjalan, pihaknya berupaya memaksimalkan kembali Lawang Borotan sebagai destinasi wisata.