Terpilih Aklamasi, Daffa Siap Jadikan Sumsel Gudang Fighter MMA Nasional

Olahraga438 Dilihat

Sebagai bentuk keseriusan pembinaan, pihaknya juga menargetkan hadirnya fasilitas latihan yang lebih memadai bagi atlet muda, termasuk arena oktagon sendiri untuk latihan maupun pertandingan.

“Kami ingin atlet-atlet muda mendapat fasilitas latihan yang layak. Target besar kami tentu memiliki oktagon sendiri. Mudah-mudahan ada dukungan sponsor dan berbagai pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris KONI Sumsel, H. Tubagus Sulaiman, mengatakan pihaknya kini tengah menghidupkan kembali sejumlah cabang olahraga bela diri campuran yang sebelumnya sempat vakum di Sumsel.

Menurut Tubagus, langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi berbagai agenda olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional mendatang.

“Kami sedang mencoba mengaktifkan kembali cabang-cabang bela diri campuran yang sebelumnya tidak berjalan maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain cabang bela diri populer seperti taekwondo, karate, dan pencak silat, kini MMA dan Muaythai mulai dipersiapkan secara serius dalam pembinaan olahraga daerah.

Tubagus menyebut cabang bela diri campuran tersebut direncanakan mengikuti event nasional di Manado pada November mendatang, meski keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan.

“Anggaran memang masih terbatas. Karena itu kita harus selektif melihat perkembangan atlet dan hasil pembinaannya,” katanya.

Selain itu, KONI Sumsel juga mulai menyusun strategi pembinaan jangka panjang menuju PON di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan pola pembinaan atlet yang lebih terarah dan terukur.

“Kalau dulu atlet dikirim dalam jumlah besar, sekarang kita lebih fokus pada atlet yang benar-benar dipersiapkan untuk meraih prestasi,” tegas Tubagus.