Terkait Berita Viral Dokter Bersikap Kasar, RSUD H. Anwar Mahakil Pali Gelar Konferensi Pers dan Sampaikan Permintaan Maaf

Pali2914 Dilihat

ONews-id.com (Pali)– Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Anwar Mahakil PALI akhirnya angkat bicara terkait viralnya pemberitaan tentang sikap kasar seorang oknum dokter terhadap pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pihak rumah sakit menggelar konferensi pers terbuka di ruang pertemuan RSUD, Rabu (25/6/2025), guna menjelaskan kronologi dan langkah tindak lanjut atas insiden tersebut.

Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Plt. Direktur RSUD Talang Ubi, dr. Davied Arja, Kepala Seksi Keperawatan Vonny Widiastuti, Am.Kep, Kepala Instalasi IGD dr. AH Kuncoro, Sp.B, Humas RSUD Eka Putri Yanti, Am.Keb, serta dokter yang bersangkutan, dr. Fadli. Hadir pula Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten PALI, Mang Dede, bersama sejumlah jurnalis dan media lokal.

Dalam keterangannya, dr. Davied menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pasien yang terdampak dan masyarakat luas atas insiden yang menimbulkan ketidaknyamanan tersebut.

“Kami atas nama manajemen RSUD dan juga mewakili dokter yang bersangkutan, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kejadian ini tidak mencerminkan semangat pelayanan kami. RSUD H. Anwar Mahakil berkomitmen menjadi rumah sakit yang aman, nyaman, dan humanis,” ujar dr. Davied.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi internal, insiden tersebut dipicu oleh miskomunikasi antara dokter dan pasien yang kemudian berkembang menjadi keluhan terhadap sikap kurang etis dari tenaga medis.

“Ini menjadi bahan evaluasi serius bagi kami. Komunikasi adalah unsur utama dalam pelayanan, terlebih di IGD yang merupakan zona kritis dengan tekanan tinggi. Kesalahan kecil dalam berkomunikasi bisa berdampak besar secara psikologis pada pasien,” jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen rumah sakit telah memanggil dr. Fadli untuk dimintai klarifikasi. Dokter tersebut telah mengakui adanya kekeliruan dalam penyampaian sikap dan tutur kata saat melayani pasien.

“Kami sudah memutuskan untuk sementara waktu membebastugaskan yang bersangkutan dari pelayanan di IGD. Ia akan menjalani masa pembinaan sebagai bentuk pembenahan sikap dan profesionalisme,” tegas dr. Davied.

Sementara itu, Ketua IWO PALI, Mang Dede, memberikan apresiasi atas keterbukaan pihak RSUD dan turut menyampaikan masukan penting terkait peningkatan mutu pelayanan, khususnya dalam hal komunikasi tenaga medis kepada pasien.

“Pasien datang dalam kondisi tidak nyaman dan sangat rentan secara emosional. Maka senyum, ramah-tamah, dan tutur kata yang baik adalah bagian dari proses penyembuhan,” ungkapnya.

Di akhir konferensi pers, dr. Davied menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperbaiki sistem pengawasan internal serta meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.

“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan. Ini menjadi bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi agar RSUD H. Anwar Mahakil tetap menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat Kabupaten PALI,” pungkasnya.

Dengan adanya penjelasan terbuka ini, manajemen RSUD berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD H. Anwar Mahakil dapat pulih, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pelayanan yang lebih baik ke depannya.

Nanda