“Kepercayaan itu lahir dari keterbukaan. Dari situ, gotong royong tumbuh dan bergerak,” katanya.
Ia menilai budaya gotong royong merupakan kekuatan besar bangsa yang harus terus dirawat.
Pemerintah, menurutnya, perlu menghadirkan pendekatan yang mampu menyentuh hati masyarakat agar semangat berbagi tetap hidup.
Momentum Rutilahu ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat solidaritas sosial tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun ras.
“Yang penting adalah mereka yang layak dibantu dan datanya valid. Dari situ kita bangun kebersamaan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumsel, Novian Aswardani, menjelaskan bahwa Program Gebrak Rutilahu 2026 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas perumahan dan kawasan permukiman.
Sepanjang 2025, pembangunan rumah layak huni di Sumsel mencapai 25.170 unit, sementara perbaikan rumah tidak layak huni sebanyak 4.094 unit.
Pada 2026, ditargetkan pembangunan baru 25.563 unit dan peningkatan kualitas 3.000 unit.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan CSR BUMD dan BAZNAS, program ini diharapkan mampu menghadirkan permukiman yang lebih layak sekaligus menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Sumatera Selatan.(R/ADV Pemprov Sumsel)














