Program Ketahanan Pangan Desa Cinta Jaya, 53 Keramba Lele Dana Rp 174 Juta Diduga Mark Up

Foto : Alifiah ( Ketua LSM LPKP)

ONews-id.com (OKI)-Dana ketahanan pangan Desa Cinta Jaya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan diduga di mark up. Pasalnya dana sebesar Rp 174 jutaan tersebut digunakan untuk program ternak ikan lele sebanyak 53 keramba.

Masing-masing keramba berisikan ikan antara 2000 sampai 3000 benih ikan lele. Kendati demikian program tersebut telah dilaksanakan, namun Ketua LSM Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LPKP) Kabupaten OKI, Alifiah menduga pengadaan ikan lele tersebut tidak sesuai dengan besaran dana yang ada.

“Hasil investigasi kami dari keterangan masyarakat, dana yang terserap hanya sekitar Rp 70 jutaan. Lalu kemana sisa dana tersebut.” terang Alifiah, kepada media belum lama ini.

Alifiah menjabarkan, Desa Cinta Jaya pada tahun 2022 menerima anggaran sebesar Rp 870.747.000. Dari jumlah tersebut 20 persen digunakan untuk program ketahanan pangan yakni sekitar Rp 174 jutaan. “Kalau kita lihat dari pengadaan yang ada, tidak sampai semua benih ikan beserta keramba menghabiskan dana sebesar itu. ” jelasnya.

Menurut Alifiah, masyarakat sebagai penerima dari program pemerintah lagi-lagi menjadi korban dari ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. “Kami sebagai kontrol sosial mempertanyakan hal ini. Dan meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki hal ini. ” tegas Alifiah.

Sumber warga Cinta Jaya, juga mengatakan, berdasarkan perhitungan dana tersebut terlalu besar. Jika untuk pengadaan 53 keramba ikan lele dengan dua karung pakan setiap kerambanya. “Menurut saya tidak sesuai. ”

Kepala Desa Cinta Jaya, Budiman, membantah tudingan tersebut, menurutnya program ketahanan pangan di desanya telah sesuai dengan aturan. “Tidak benar apa yang dituduhkan itu, tidak usah didengarkan. ” kata Budiman.

Baca Juga  Dishub OKI Bekerjasama Bank Sumsel Babel Luncurkan Inovasi Retribusi Cashless dan Komitmen Dukung Zero ODOL 2023

Budiman membenarkan, progam ketahanan pangan di desanya adalah ternak lele. Jumlahnya mencapai 50 an keramba, masing-masing keramba tidak tentu jumlahnya, namun dia tidak merinci angkanya. Ditanya berapa harga benih ikan lele perekor, Budiman tidak tahu. “Itu ada dicatatan saya tidak ingat.” katanya. (ANDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *