Polda Sumsel Rekontruksi Kasus Percobaan Pembunuhan Anggota DPRD Muratara

ONews-id.com (Sumsel)-Tim Penyidik Unit 4 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel melakukan rekonstruksi atau reka ulang kasus percobaan pembunuhan terhadap anggota DPRD Muratara Firsyah H Lakoni pada 20 September 2022 lalu.

Penyidik juga menghadiri dua tersangka langsung yakni Medi Arsyah (34) dan Herdi alias Eng (36) yang sebelumnya ditangkap di daerah Dayeu Kolot, Bandung, Provinsi Jabar.

Bacaan Lainnya

Dalam rekonstruksi yang dipimpin langsung Ps Kanit 4 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Iptu Taufik Ismail SH MH itu sebanyak 17 adegan diperagakan dalam rekonstruksi yang digelar di halaman lapangan tembak Mapolda Sumsel Senin 24 Oktober 2022. Korban Firsyah juga hadir langsung pada saat rekonstruksi bersama lima orang saksi.

Diketahui pada adegan 10 hingga 12 penembakan dengan menggunakan senjata api rakitan terjadi. Namun nyawa korban selamat karena dari empat kali penembakan yang dilakukan tersangka Medi tak satupun yang meletus alias kets.
“Rekontruksi ulang ini kita lakukan untuk melengkapi berkas perkara yang akan segera kita kirimkan ke Kejaksaan Tinggi,” kata Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Agus Prihadinika SIK MH Senin siang.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua tersangka diringkus oleh Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di Provinsi Jawa Barat, Selasa 11 Oktober 2022 pagi.

Firsyah H Lakoni melaporkan perisitiwa dugaan percobaan pembunuhan oleh Orang Tidak Dikenal (OTD) pada Rabu 21 September 2022 ke Mapolres Muratara. Laporan tersebut tertuang dalam Nomor lapor : STPL/B-34/IX/2022/SPK.

Firsyah menuturkan, Peristiwa pengancaman penembakan yang menimpa dirinya terjadi di seputaran jembatan Desa Air Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Selasa malam 20 September 2022 sekira pukul 23.00 WIB.
“Kejadian itu bermula, saat Firsyah sedang berbincang dengan pemuda desa. Pada saat bersamaan terlihat sebuah mobil terparkir di pinggir jalan, Kemudian tak lama mobil itu pun pergi. Setelah mengobrol dengan pemuda desa, Firsyah berencana berkeliling desa,”ungkap Firza.

Lanjut Firza menceritakan, Setiba di dekat jembatan tersebut, terlihat sebuah mobil terparkir di sisi kanan jalan, kuat dugaan mobil tersebut merupakan mobil sebelumnya pada waktu berbincang dengan pemuda desa.
Bermaksud menyapa dan membuka jendela mobil, Terlihat salah satu orang yang duduk di sebelah kiri dalam mobil menodongkan senjata yang dipegang dengan dua tangan serta melakukan tembakan.
“Dirinya meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, Siapa dibalik layar orang yang mau membunuh saya, ” pinta Firza (SMSI Sumsel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *