“Misi kita tidak lain bagaimana kita mengurusi guru dari berbagai elemen. Selama ini kesannya guru yang mengurusi pengurus. Sekarang harus dibuktikan bahwa ini adalah organisasi guru. Jangan hanya menempel nama atau tagline saja, tetapi harus membawa manfaat betul dari guru dan untuk guru,” tegasnya.
Lebih lanjut, Riza menyampaikan komitmennya untuk melakukan penataan struktur kepengurusan secara profesional dan proporsional. Ia menilai organisasi pendidikan harus dipimpin oleh sosok-sosok yang memahami dunia pendidikan secara langsung agar kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan para guru di lapangan.
“Ke depan, pengurus itu kita ambil betul-betul dari guru, setidaknya dari kepala sekolah. Jangan sampai diisi oleh pejabat tertentu yang sudah lain konteksnya dengan dunia pendidikan,” katanya.
Melalui rapat konsolidasi ini, seluruh pengurus inti dan biro diberikan tugas dan tanggung jawab yang jelas agar program organisasi dapat segera dijalankan secara efektif. Pembagian tugas tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penguatan organisasi sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi guru di Sumatera Selatan.
Dengan semangat baru dan legalitas yang telah kuat, PGRI Sumatera Selatan menargetkan transformasi organisasi yang lebih solid, responsif, dan dekat dengan kebutuhan anggotanya. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan, profesionalisme, serta kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.
“PGRI harus kembali menjadi rumah besar guru, dikelola oleh guru, dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan guru,” pungkas Riza.







