Ia menambahkan bahwa selama ini program CSR yang paling dominan dijalankan adalah Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang didukung oleh Bank Indonesia, Bank Sumsel Babel, dan BRI. Selain itu, program bedah rumah juga menjadi fokus CSR.
Dalam upaya meningkatkan monitoring dan transparansi, Basyaruddin Akhmad juga memperkenalkan aplikasi terbaru bernama SIAP TANJAK (Sistem Informasi Alokasi Pendanaan Tanggung Jawab Korporasi). Aplikasi ini dirancang untuk memonitor proyek CSR, total dana yang direncanakan, status verifikasi, sertifikasi, data pelaporan, awarding, dan sebagainya.
Rapat dilanjutkan dengan sesi interaktif tanya jawab antara pemerintah provinsi dan perwakilan berbagai perusahaan BUMN, BUMD, serta swasta.
Turut hadir Koordinator Harian Stranas Pencegahan Korupsi KPK RI Didik Mulyanto, Tenaga Ahli Stranas Pencegahan Korupsi KPK RI Sudrajat dan Para perwakilan BUMN,BUMD dan Swasta.
(Sumber Humas Pemprov Sumsel)








