Onews-id.com (Palembang)-Upaya melindungi generasi muda dari ancaman demam berdarah dengue (DBD) terus diperkuat pemerintah provinsi sumatera selatan meresmikan pemantauan aktif vaksinasi dengue di Kota Palembang sebagai bagian dari komitmen menghadirkan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan dan berbasis ikhtiar bersama.
Peluncuran ini merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya dimulai di Jakarta,di Palembang, kolaborasi melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, serta Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan dengue bukan sekadar persoalan musiman, melainkan tantangan kesehatan yang memerlukan kesungguhan dan kesinambungan.
“Dengue harus dihadapi secara terencana dan berkelanjutan,kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mewujudkan target nol kematian akibat dengue pada 2030,” ujarnya.
Anak Sekolah Jadi Prioritas
Data Dinas Kesehatan Sumsel mencatat sepanjang 2025 terdapat 4.437 kasus dengue dengan 22 kematianota Palembang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni 968 kasus dan 3 kematian.
Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok usia sekolah menjadi kelompok yang rentan, terutama dalam angka kematian,karena itu, pemantauan aktif menyasar 7.500 anak usia 6–10 tahun di 60 sekolah dasar pada 10 wilayah kerja puskesmas dengan kasus tertinggi,sebanyak 5.000 anak menerima vaksin dua dosis dengan jarak tiga bulan, lalu dipantau selama tiga tahun.
Ketua Pelaksana Pemantauan Aktif, dr. Ariesti Karmila, Sp.A(K)., M.Kes., menegaskan vaksinasi merupakan pelengkap dari ikhtiar yang telah berjalan seperti 3M Plus dan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik.








