Minta Evaluasi Inspektur Tambang, Kawali Sumsel Ancam Lakukan Aksi di Kementerian ESDM, Pemprov Sumsel Bakal Surati Pusat

Uncategorized133 Dilihat

ONews-id com (Sumsel)-Desakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja Inspektur Tambang penempatan Sumsel terus bergulir. Kali ini, massa aksi dari Kawali Sumsel menggeruduk kantor Gubernur pada Senin (1/8) pagi.

Dalam orasinya, korrdinator aksi Kevin meminta Gubernur Herman Deru turun tangan, menyurati pusat untuk mengganti Koordinator Inspektur Tambang Penempatan Sumsel, Oktarina Anggereyni yang dianggap lalai dan lemah dalam membina dan mengawasi aktivitas pertambangan di Sumsel.

Sebab di masa kepemimpinannya membawahi ispektur tambang sejak beberapa waktu ke belakang, telah terjadi sejumlah kerusakan lingkungan dan kecelakaan dalam aktivitas pertambangan di Sumsel, yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat.

“Oleh sebab itu kami mendesak Gubernur Herman Deru, Pemprov Sumsel melalui Dinas ESDM untuk menyurati Kementerian agar mengevaluasi kinerja seluruh inspektur tambang penempatan Sumsel, sekaligus mengganti Koordinator Inspektur Tambang yang tidak kompeten,” tegas Kevin.

Apalagi, dalam tatanan organisasi fungsi pembinaan dan pengawasan di tingkat pusat untuk Sumsel saat ini dinilai Kawali Sumsel cukup bermasalah, setelah ditunjuknya Dirjen Minerba Ridwan Jamaluddin sebagai PJ Gubernur Babel.

Di sisi lain, Kawali juga menyebut bahwa dalam informasi yang berkembang Direktur Teknik dan Lingkungan Dirjen Minerba selaku Kepala Inspektur Tambang (KaIT) se-Indonesia Sunindyo Suryo Herdadi, tidak pernah memiliki pengalaman sebagai inspektur Tambang.

Penunjukkan orang yang tidak kompeten di tingkat pusat sampai tingkat daerah inilah yang menurut Kawali Sumsel berakibat fatal sehingga kerap terjadi kelalaian dan lemahnya pembinaan dan pengawasan pertambangan di Indonesia, khususnya di Sumsel.

Baca Juga  Tokoh Masyarakat Jejawi Ungkap Rasa Kecewa Terhadap Bupati OKI Saat Acara Pelantikan Kades

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *