“NU adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa. Pengurus yang baru dilantik harus berjuang menegakkan kalimat Allah SWT dengan tetap berpegang pada ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat, toleran, seimbang, dan adil,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah serius membangun kawasan pelosok, termasuk penyelesaian status lahan yang kini telah menjadi hak milik sah. “Ini bukti komitmen dalam mengembangkan wilayah terpencil. Kami berharap pengurus NU, Muslimat, dan Fatayat menjadi penggerak moral, sosial, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Camat Tungkal Jaya, Yudi Suhendra, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah. Ia menilai peringatan Maulid Nabi menjadi sarana penting meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW yang diutus sebagai Rahmatan lil ‘alamin.
Sementara itu, KH. Abdul Hadi Chamzah dalam ceramahnya mengajak jemaah untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah dengan meneladani akhlak, amanah, dan kasih sayang beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian acara diikuti hingga selesai dengan penuh antusias. Dengan dilantiknya kepengurusan baru, NU bersama badan otonomnya diharapkan semakin berperan aktif dalam membina umat, memperkuat persatuan, serta menjadi motor penggerak pembangunan moral dan sosial di Kecamatan Tungkal Jaya.(Megat Alang)








