Pengadaan mobil dinas dewan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan anggaran sebesar Rp 5,1 miliar tersebut juga menuai kontroversi di tengah masyarakat. Banyak yang menilai bahwa keputusan ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat.
Hal ini bertentangan dengan pernyataan Bupati OKI yang sebelumnya menegaskan bahwa tidak akan menganggarkan mobil dinas karena kondisi anggaran yang defisit. Bupati OKI juga menyatakan bahwa Pemkab OKI akan mendahulukan kepentingan yang lebih prioritas.
Masyarakat berharap agar anggaran dapat digunakan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau internal lembaga. Kontroversi ini tentunya akan terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat OKI.
Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten OKI, Herliansyah, enggan menanggapi hal ini, yang bersangkutan cari “aman” dengan tidak memberikan statemen. Tidak hanya itu Herliansyah juga memblokir kontak media ini.(ANDI)














