Mahasiswa Calon Entrepreneur Harus Kreatif

PALEMBANG, ONEWS.ID – Rektor Universitas Sumatera Selatan (USS), Yudha Pratomo, MSc, PhD mengatakan, jumlah entrepreneur di Indonesia masih sedikit, yakni hanya sekitar dua persen dari total penduduk bangsa ini. Para lulusan perguruan tinggi umumnya lebih banyak memilih menjadi pegawai negeri sipil ketimbang berwirausaha. Padahal kata Yudha yang pernah mengabdi sebagai dosen PNS di Universitas Sriwijaya selama 14 tahun, penghasilan sebagai pegawai terbatas. “Gaji saya pada waktu itu sekitar 3 jutaan.”ujarnya saat menyampaikan kata sambutan dalam kuliah umum entrepreneurship melalui virtual zoom dihadapan mahasiswa Universitas Sumatera dan para dosen, belum lama ini.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak bisa berwirausaha, yakni mereka memiliki ide bisnis namun terkendala modal. Masalah ini sebenarnya bisa mengajak orang lain yang memiliki modal. Ada juga yang memiliki modal tapi bingung mau buka usaha apa. “Yang enak lagi, punya modal juga punya ide bisnis tinggal eksekusi saja mau buka usaha apa.”papar suami dari Mila ini.

Bacaan Lainnya

Yudha juga mengingatkan kepada para mahasiswa Universitas Sumatera Selatan, untuk tidak hanya sekedar fokus kuliah yang berkutat dengan belajar saja. Namun juga perlu berorganisasi, bertujuan untuk mengembangkan jaringan dari berbagai kalangan.”Jadi jangan kuliah tok, saja. Mahasiswa perlu aktif dalam organisasi. Inilah nantinya bisa menjadi jaringan dalam membuka usaha.”ucap anak kedua Prof. Dr H Mahyuddin NS, SpOG(K) ini.

Para entrepreneur lulusan universitas biasa akan lebih penuh pertimbangan dalam menentukan konsep bisnis yang akan mereka mulai. Mereka biasaya membaca target pasar sebelum berwirausaha. “Diera sekarang ini kata Yudha para entrepreneur kebanyakan dari lulusan universitas, walaupun ada juga yang sukses tanpa lulusan universitas, tapi jumlahnya sudah sedikit.”ungkapnya.

Dia mencontohkan, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, tidak menyelesaikan pendidikannya di universitas. Tapi dia memiliki modal karena pernah menimbah ilmu di universitas.”Artinya bukan dia tidak berpendidikan sama sekali.”dia mencontohkan.

Yudha yang pernah menjabat Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) Sumatera Selatan ini, dan banyak berguru dengan pengusaha sukses sekelas Sandiaga Uno. Berpesan kepada para mahasiswa Universitas Sumatera Selatan agar para lulusan sarjana harus mampu beradaptasi dengan kemajuan informasi dan teknologi. Wabah Covid 19 ini menjadi trend digitalisasi, setidaknya di Indonesia sendiri ada sekitar 300 ribu UMKM yang beralih ke digital, dengan potensi 170 juta pengguna internet. “Masyarakat sudah mulai terbiasa berbelanja online, dengan alasan kenyamanan dan minim kontak fisik. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan oleh para lulusan perguruan tinggi dalam menjawab lesuhnya perekonomian karena dampak Covid 19 ini.

Adapun Dany Kosasi seorang enterpreneur suskes yang juga dosen di Universitas Indonesia. Pada saat itu menjadi pembicara kuliah umum entrepreneurship di Universitas Sumatera Selatan, mengatakan, untuk menjadi seorang enterpreneur dibutuhkan kreativitas yang bisa membaca peluang. Kreativitas disini kata Dany, bagaimana kita bisa memberikan solusi bagi permasalahan orang banyak.” Contohnya start up Tokopedia, Go Jek mereka membantu masyarakat praktis untuk berbelanja dan melayani kebutuhan masyarakat. Hasilnya pendapatan mereka luar biasa saat ini.”kata Dany.

Menurut Dany, setiap manusia memiliki kreativitas. Hanya saja tergantung pada manusia itu sendiri mau menggali kreativitasnya atau tidak.”Kita waktu kecil bisa muat mobil-mobilan dari kulit jeruk benar gak? Nah itulah salah satu contoh kalau kita ini kreatif.”kata Dany.

Saat ini kata Dany masa pandemi Covid 19, banyak sekali kreativitas dimana orang bisa membaca peluang bisnis yang mendatangkan duit. Diantaranya membuat masker, memproduksi handsanitiser dsnain sebagainya. Era digital ini sangat banyak peluang bisnis kalau kita kreatif.

Dany menggambarkan peluang bisnis yang masih terbuka untuk dikembangkan diera digital saat ini adalah bidang kesehatan, pertanian, pariwisata, dan lain sebagainya.”Saya yakin peluang bisnis dibidang ini malah menjanjikan.”ungkap Dany yang juga tertarik ingin menjadi petani modern.

Kepada para dosen Dany juga berpesan hasil penelitian yang dilakukan jangan hanya menjadi arsip di Universitas. Namun perlu aksi nyata agar bisa menjadi bisnis yang benar benar menguntungkan.”Mari para dosen dan mahasiswa, hasil penelitiannya langsung diaplikasikan jangan hanya jadi arsip saja.”ungkap Dany.(DONI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *