Kejari OKI Tahan 2 Tersangka Kasus Pengadaan Bibit Disbunak OKI

ONews-id.com (OKI)- Kejaksaan Negeri OKI tetapkan dan menahan 2 tersangka terkait pengadaan bibit karet di Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI Sumatera Selatan tahun 2019,Jum,at (10/06)

Kajari OKI Abdi Reza Fachlewi Junus, SH, MH di dampingi Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Belmento, SH dan Kasi Pidsus Fajar Dian Prawitama, SH, dalam press rilisnya di kantor Kejaksaan Negeri,

Kajari OKI Abdi Reza Fachlewi Jinus, SH, MH mengatakan sesuai dengan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kerugian negara sebesar 317 juta rupiah, ini menjadi barang bukti.

Lanjut Kajari, ini proses tahap 2 kasus pengadaan benih siap tanam di Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI, dengan anggaran dana APBN tahun 2019, sebesar Rp 1,8 milyar. tersangka RC selaku kontraktor dan TP selaku PPK di tahan di rutan kelas II B Kayuagung untuk dua puluh hari kedepan dan telah P 21.

Adapun yang telah di beritakan  terdahulu kerugian negara sebesar 317 juta rupiah, dan terkait indikasi tersangka lain Kajari mengatakan belum ada barang bukti yang kuat, untuk kedepan kita lihat dalam proses persidangan mudah – mudahan ada bukti baru yang di jadikan dasar.

Untuk tersangka di kenakan pasal 2 ayat 1 junto 18 undang – undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi di rubah dengan undang – undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan tentang tindak pidana korupsi atau Pasal 3 junto 18 undang – undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi di rubah dengan undang – undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun.

Dalam kesempatan yang sama pengacara RC (Kontraktor)Riza Faisal Ismed menyampaikan, penahanan kliennya sudah melalui prosedur dan tentu kita akan membuat pembelaan karna kerugian negara yang sudah di kembalikan walau tidak menghapus terhadap proses perkara pidana, selanjutnya belum pernah di hukum, yang jelas kita lihat di pengadilan nanti, jelas Riza. (Andi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.