Jembatan Roboh, Kontraktor Ingkar Janji

ONEWS-Id Com (OKI)-Masyarakat Desa Suka Raja, Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan keluhkan robohnya jembatan penghubung antar dusun tiga dan dusun empat desa Sukaraja, hal ini di katakan  Alipiah Salah satu Warga Sukaraja dan Juga Ketua LSM Lembaga Kebijakan Publik (LPKP)

Lebih lanjut Alipiah mengatakan pada tahun 2020, Desa Sukaraja Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI ada pembangunan dam penahan tanah disungai Segonang yang didanai dari APBD Provinsi sumsel tahun 2020, Saat melakukan pengedaman sungai pihak kontrakror mengerok sungai mengunakan alat berat yang tidak begitu jauh dari jembatan, waktu pengerokan air sungai masih kecil, saat kontraktor sedang mengerjakan pembangunan dam penaham tanah namun air sungai naik atau besar, dan jembatan yang menghubungkan dua dusun tersebut roboh.
Masih menurut Ali pada saat jembatan roboh masyarakt langsung protes kepada pihak kontraktor, namun pada saat itu pihak kontraktor mengatakan kepada warga akan bertangung jawab dengan robohnya jembatan dan segera memperbaiki jalan desa yang rusak, diakibatkan dilintasi oleh pihak kontraktor untuk melewatkan material.Namun yang sangat di sesalkan oleh masyarakat sejak selesai pekerjaan dam, penahan tanah lebih kurang dua bulan, pihak kontraktor ingkar janji tidak memperbaiki jembatan yang roboh dan jalan yang rusak.Dengan kejadian ini masyarakat Desa Sukaraja sangat di rugikan sekali, karena dengan dapatnya bangunan seharusnya ada azas manpaatnya namun kenyataan masyarakat Desa Sukaraja sangat dirugikan sekali, seharusnya bertambah bahkan berkurang.Jembatan yang roboh tersebut selama ini di manfaatkan oleh masyarakat desa Sukaraja, terutama untuk anak sekolah . Karena robohnya jembatan tersebut, masyarakat dari dusun tiga ke dusun empat dan sebaliknya ke dua dusun tersebut apabila ada keperluan antara masyarakat, dan anak-anak sekolah harus melalui jalan lintas yang jaraknya lumayan jauh. Sangat berbahaya untuk anak-anak sekolah karena jalan lintas di lewati mobil besar.Dengan kejadian ini Ketua LSM Lembaga Penantau Kebijakan Publik (LPKP) AlipiahMeninta kepada pihak pihak terkait khususnya pihak kepolisian dan kejaksaan tinggi Provinsi Sumatera Selatan untuk memangil Pihak PU Pengelolah Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Selatan dan pihak ketiga selaku kontraktor pekerjaan proyek tersebut dan di minta pertangung jawaban atas robohnya jembatan milik warga desa Sukaraja, pihak kontraktor juga berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak dan selama pekerjaan pembangunan dam penahan tanah tidak terlihat papan proyek terpasang (Ril/Forwaki)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *