“Ini bukan lagi wilayah untuk tambal-sulam. Dibutuhkan konstruksi baru yang memiliki daya dukung tinggi. Slab on pile adalah desain yang paling kuat untuk karakter tanah Lettu Karim,” tegasnya.
Dipandang dari perspektif rekayasa konstruksi, pemanfaatan slab on pile menjadi lompatan penting Sumsel menuju infrastruktur yang tahan lama dan berkelanjutan. Selain lebih aman terhadap penurunan tanah, pendekatan ini juga menekan risiko kerusakan jangka panjang dan mengurangi kebutuhan perawatan berulang.
Respons warga Gandus cukup kuat. Yani, salah seorang warga, menilai jembatan ini sebagai perubahan paling signifikan di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. “Lebih aman, lebih nyaman. Ini yang kami tunggu,” ujarnya.
Gubernur berharap keberhasilan Jembatan Layang Lettu Karim dapat menjadi proyek percontohan bagi daerah lain di Sumsel. Pilihan teknologi yang tepat, kata dia, terbukti mampu memberikan dampak besar terhadap keandalan infrastruktur.
Peresmian turut dihadiri Ketua DPRD Sumsel, Wali Kota Palembang, serta unsur Forkopimda.
Dre








