Diapun menghubungi Rumah Sakit Kayuagung, yang dalam hal ini dengan Kabag Tata Usaha, Iskandar Fuad.” Kata Pak Fuad untuk pemakaman pasien Covid 19 merupakan tugas BPBD.” terangnya.
Akhirnya Jauhari menghubungi Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, untuk menanyakan sejauh mana penggunaan dana Covid 19 yang dianggarkan miliaran rupiah.
Selain itu, lanjut dia jika ada kasus serupa dimana pasiennya di rawat di luar wilayah Kabupaten OKI kebijakan apa yang diambil.”Namun belum sempat dijawab, nomor HP saya dirijek.”kata Jauhari.
Dia menyayangkan hal ini, oleh kerena itu pihaknya meminta untuk tim pengawas Satgas Covid 19 DPRD Kabupaten OKI untuk memanggil tim Satgas Covid 19 dan Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi.”Masa persoalan sekecil ini tidak ada kebijakan, padahal dana yang kita gelontorkan untuk penanganan Covid 19 miliaran rupiah. Bahkan tahun ini dianggarkan 150 miliar.”tegasnya.(tim INOD/red)








