Intisari Islam : Hikmah Berpuasa di 10 Hari Terakhir, untuk Kesucian Hati

Oleh : Megat Alang

Musi Banyuasin840 Dilihat

ONews-id.com(Muba) – Bulan Ramadan telah memasuki fase terakhir, di mana 10 hari terakhir menjadi momentum paling istimewa bagi umat Islam. Pada fase ini, Nabi Muhammad SAW memberikan banyak tuntunan agar kaum Muslimin lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah. Tidak hanya untuk meraih pahala yang berlimpah, tetapi juga untuk mencapai kesucian hati dan ketakwaan yang lebih tinggi.

Menurut Ustaz H. Moch Albar, Lc., M.Hi., seorang pakar ilmu syariah dan dosen kajian Islam, 10 hari terakhir Ramadan memiliki keistimewaan yang tidak terdapat pada hari-hari sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, disebutkan:

“Rasulullah SAW apabila telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

“Dalam hadits ini, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk semakin memperbanyak ibadah, baik shalat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga memperbanyak doa. Ini bukan hanya soal amalan, tetapi juga tentang penyucian hati dari segala penyakit batin seperti iri, dengki, dan riya,” ujar H. Moch Albar.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mencari malam Lailatul Qadar yang dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini diyakini turun di salah satu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan, sebagaimana sabda Nabi SAW:

“Carilah malam Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut H. Moch Albar, keutamaan Lailatul Qadar bukan hanya soal pahala yang berlipat ganda, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Ia mengutip hadits lain yang berbunyi:

“Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).