Ilyas-Endang Resmi Didiskualifikasi, Panca-Ardani Calon Tunggal?

  • Whatsapp

ONEWS-ID.com, Ogan Ilir – KPU Ogan Ilir akhirnya memutuskan calon petahana Ilyas Panji Alam-Endang Putra Utama didiskualifikasi.

Melalui rapat pleno, Ketua KPU Ogan Ilir, Massuryati menyatakan kalau pihaknya telah putuskan bahwa pasangan calon Ilyas Panji Alam-Endang Putra Utama dikenakan sanksi administrasi pembatalan pasangan calon sehingga tidak bisa melanjutkan pertarungannya pada Pilkada Serentak 2020.

Bacaan Lainnya

“Ini merupakan tindak lanjut rekomendasi dari Bawaslu yang kami lakukan yakni melaksanakan ketentuan Pasal 71 Ayat 5 dengan keputusan KPU Ogan Ilir SK : 263/HK.0.1-KPT/1610/KPU-KAP/X2020 tentang pembatalan peletakan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir nomor urut 2, yakni Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak,” kata Massuryati di kantor KPU Ogan Ilir, Indralaya, Senin (12/10/2020) petang.

Setelah mengumumkan diskualifikasi kepada paslon nomor urut 2, KPU Ogan Ilir secepatnya akan melayangkan surat diskualifikasi tersebut kepada paslon bersangkutan.

“Secepatnya kami layangkan surat diskualifikasi,” terang Massuryati.

Ia menambahakan, untuk pasangan calon Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak jika pihaknya tidak menerima hasil keputusan tersebut, dipersilakan untuk menempuh jalur hukum.

“Jika pasangan calon Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak tidak menerima hasil keputusan tersebut, silakan menempuh jalur hukum,” ungkapnya.

Selain itu juga, untuk kampanye pasangan IPA-EPU dengan adanya keputusan pembatalan pencalonan diberhentikan. “Ya, untuk kampanye mereka, mulai besok sudah tidak boleh lagi dengan adanya keputusan tersebut,” pungkasnya.

Sementara Ketua Bawaslu Ogan Ilir Darmawan Iskandar membenarkan, soal diskualifikasi salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir itu.

“Hari ini kami datang ke KPU OI dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan Bawasalu OI terhitung tanggal 5 Oktober lalu,” kata Ketua Bawaslu OI.

Menurut Darmawan, pertemuan dengan KPU ini merupakan kali ketiga guna membahas rekomendasi diskualifikasi paslon nomor urut 2, Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak yang diduga melakukan pelanggaran terkait rotasi pejabat dan hal-hal lain yang menguntungkan pasangan tersebut.

“Perlu kami tegaskan, rekomendasi Bawaslu OI adalah dari laporan, bukan temuan. Sesuai kewenangan, kami mempunyai kewajiban untuk menindaklanjuti dan memproses pelanggaran terhadap laporan yang disampaikan oleh peserta, pemantau atau warga negara yang mempunyai hak pilih di wilayah OI,” terang Darmawan.

Berdasarkan laporan itulah, menyampaikan rekomendasi diskualifikasi tersebut kepada KPU OI untuk segera ditindaklanjuti.

Rekomendasi yang disampaikan Bawaslu OI terkait dengan penggunaan dan pelaksanaan ketentuan aturan sesuai Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016, maupun peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2020.

“Pada ketentuan rekomendasi, ada dugaan pelanggaran terhadap Pasal 71 Ayat 3 Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016,” ujar Darmawan tanpa merincikan isi pasal tersebut.

“Sekaligus kami menyampaikan imbauan kepada KPU OI, bahwa dalam ketentuan Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016, KPU wajib menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu,” kata Darmawan menegaskan.

Ketua Tim Pemenangan Ilyas-Endang, Yulian Gunhar saat dikonfirmasi menghargai keputusan KPU Ogan Ilir dan Bawaslu. Namun pihaknya akan menempuh banding ke Mahkamah Agung (MA) RI.

Dengan dibatalkannya Paslon nomor urut 2 tersebut, Pilkada Ogan Ilir sementara hanya diikuti oleh satu paslon yakni Panca-Ardani.(dhi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *