Herman Deru: Pengembangan Posyandu Penting, Tapi Tupoksi Dasar Harus Jadi Pangkal

Lebih lanjut, ia meminta Ketua Tim Pembina Posyandu Sumsel mendalami sumber pendanaan Posyandu agar lebih jelas dan terarah. Ia menyinggung bahwa sejak menjabat pada 2018, fokusnya pada Posyandu telah membuahkan hasil nyata, salah satunya penurunan stunting yang signifikan.

Menutup arahannya, Herman Deru juga menyatakan kesiapan Sumsel menyambut health tourism dengan memperkuat seluruh sektor pelayanan dasar, termasuk Posyandu sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Ketua TP PKK Prov. Sumsel sekaligus Ketua Tim Posyandu Sumsel, Hj. Feby Deru dalam laporannya menyampaikan bahwa Posyandu saat ini telah mengalami transformasi besar. Jika sebelumnya identik dengan layanan kesehatan ibu, bayi, dan lansia, kini Posyandu mengemban peran lebih luas melalui 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

“Posyandu bukan lagi hanya urusan kesehatan. Sudah ada enam bidang SPM yang melibatkan berbagai OPD terkait sebagai mitra. Para kader pun kini memiliki tugas spesifik sesuai bidang masing-masing,” disampaikan Feby Deru dalam laporannya.

Ia melanjutkan bahwa Rakorda tersebut diikuti oleh Tim Pembina Posyandu dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Selatan yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi lintas sektor, menyusun serta mengevaluasi program kerja, memperkuat kerja sama antara Tim Pembina Posyandu mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga desa serta memastikan pelaksanaan Posyandu sesuai regulasi yang berlaku.

Disampaikannya juga bahwa saat ini beberapa wilayah di Sumsel telah mulai menerapkan layanan sesuai SPM, seperti program bedah rumah, penyediaan kotak sampah, dan APPAR. Namun, diperlukan penyamaan persepsi agar implementasi Posyandu lebih terarah dan sesuai standar.

Turut hadir Para Kepala OPD Provinsi Sumsel.

(Sumber Humas Pemprov Sumsel)