Edward menegaskan bahwa potensi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi sangat besar. Jika dihimpun secara optimal, dana tersebut akan menjadi motor penggerak berbagai program strategis yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat luas.
“Zakat adalah jembatan kepedulian sosial. Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS, kita ingin memastikan dana yang terkumpul dialokasikan pada program pemberdayaan yang nyata, seperti bantuan pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi umat,” jelas Edward Candra.
Dengan tata kelola yang akuntabel, diharapkan gerakan zakat di Sumatera Selatan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan.(R/Pemprov Sumsel)








