“Kebutuhan kecil, kebutuhan dapur, rata-rata Rp300.000/bulan. Bayangkan jika _mindset_nya sudah berubah untuk menanam sendiri, maka sudah mampu menutupi kebutuhannya,” jelasnya.
Ia mengajak untuk memasifkan gerakan ini di seluruh wilayah, baik desa-desa maupun panti sosial di Sumsel.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, menyampaikan program ini bekerja sama dengan Bank Indonesia, menyasar 60 dasawisma, 17 kelompok wanita tani, dan 1.530 rumah tangga di 17 kabupaten/kota se-Sumsel.
Untuk panti sosial, program ini dilaksanakan melalui OPD terkait dan bekerja sama dengan pihak ketiga seperti PT. Pusri dan Jakfa, yang membantu menyalurkan program berupa ikan gurame, ikan patin, ikan lele, ayam, serta sayuran dan buah-buahan.
“Ini mendorong transformasi kemandirian pangan masyarakat serta mewujudkan ketahanan pangan di Sumsel. Dan saat ini, Pak Gubernur, telah dilaksanakannya GSMP Goes To Office yang akan dilombakan pada perayaan 17 Agustus 2025 nanti,” terang Ruzuan Effendi.
Di akhir acara, Gubernur Sumsel didampingi para OPD menebar benih ikan gurame, lele, dan patin di kolam yang berada di lingkungan Panti Sosial ODGJ Sako Palembang.
Turut hadir Ketua BKOW Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, S.P., dan OPD terkait lainnya.
(Sumber Humas Pemprov Sumsel)













