Firdaus Hasbullah: Pemuda Harus Mandiri, Kolaboratif, dan Berpikir Global

Palembang2587 Dilihat

ONews-id.com (Palembang)-Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025, Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Sumatera Selatan menggelar Perkemahan Kebangsaan di Palembang, Senin malam (27/10). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari kalangan pemuda, pelajar, dan komunitas sosial ini bertujuan menumbuhkan kembali nilai-nilai persatuan dan gotong-royong di tengah tantangan era digital.

Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan generasi muda Indonesia di masa lalu.

“Malam ini tentu berbeda dengan malam genting pada 27 Oktober 1928, ketika para pemuda Indonesia berjaga hingga dini hari demi satu tekad: bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yaitu Indonesia,” ujar Firdaus.

Menurutnya, perkemahan kebangsaan menjadi sarana pembelajaran hidup berbangsa yang sarat nilai.

“Perkemahan adalah miniatur kehidupan bangsa. Di sini kita belajar hidup sederhana, bergotong-royong, saling menghormati tanpa memandang jabatan atau status sosial. Semua peserta berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, dan makan di tempat yang sama,” ujarnya.

Firdaus menilai, dari suasana kebersamaan seperti inilah tumbuh nilai-nilai solidaritas dan empati yang menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa.

“Kita belajar dari api unggun malam ini. Cahaya hanya akan terang bila kayu-kayu saling menopang. Begitu pula bangsa ini, hanya akan kuat jika rakyatnya bersatu,” imbuhnya.

Lebih jauh, Firdaus menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda masa kini. Ia menyebut, perjuangan pemuda saat ini bukan lagi melawan penjajahan fisik, tetapi penjajahan pikiran, krisis identitas, serta lunturnya semangat kebersamaan di ruang digital.

“Ruang digital sering menjadi tempat subur bagi perpecahan dan kebencian. Karena itu, pemuda Sumsel harus menjadi obor kebangsaan — generasi yang tidak mudah diadu domba, tidak mudah dibeli, dan tidak mudah menyerah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Firdaus mengajak peserta untuk meneguhkan tiga komitmen kebangsaan:

1. Meneguhkan identitas kebangsaan. Pemuda harus bangga menjadi bagian dari Indonesia dan Sumatera Selatan, bukan sekadar karena tempat lahir, tetapi karena nilai dan tanggung jawab moral yang melekat.