Yayasan yang dipimpinnya kini mendapat mandat dari Ditjen Pemasyarakatan untuk mengembangkan potensi UMKM warga binaan di berbagai daerah. Hingga kini, mereka telah mengunjungi lebih dari sepuluh lapas di Indonesia, dan menilai Palembang sebagai salah satu yang paling potensial berkat produk batik dan tenunnya.
Sebagai bentuk dukungan, yayasan itu tengah membangun 33 Galeri Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, dimulai dari Lapas Pemuda Tangerang. Mereka juga berencana membawa produk warga binaan ke pameran internasional di Australia dan Tiongkok.
“Kami ingin dunia tahu, warga binaan mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi. Kami siap membantu memasarkan bahkan mengekspor produk mereka,” kata Amir.
Peluncuran “Si Cantik” turut dimeriahkan oleh sejumlah influencer dan artis pendukung Yayasan Srikandi Merah Putih — di antaranya Dea Lestari, Mbak Plo, Jeqi, dan Damai — yang tampil dalam peragaan busana hasil karya warga binaan.
Menutup acara, Erwedi menegaskan bahwa peluncuran “Si Cantik” bukan sekadar seremoni.
“Ini langkah nyata menuju transformasi pembinaan yang produktif dan modern. Kami ingin setiap warga binaan punya keahlian, penghasilan, dan harapan baru bahkan saat masih menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Dre








