Onews-id.com (Musi Rawas)– Belasan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Kekuatan Pembaharuan (GPKP) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Musi Rawas, Senin (16/3/2026).
Aksi yang dikoordinatori oleh Neka Pratama tersebut dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan mendapat pengamanan ketat dari personel gabungan Polres Musi Rawas.
Dalam orasinya, massa mempertanyakan pengembalian anggaran kelebihan pembayaran akibat ketidaksesuaian spesifikasi kualitas pekerjaan pada 18 paket belanja modal dengan nilai Rp8.604.170.648,10. Mereka menduga dana temuan tersebut belum disetorkan oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Musi Rawas ke kas daerah.
Massa juga menuntut agar proses pengembalian dana ke kas daerah dilakukan secara transparan dan terbuka kepada publik tanpa adanya manipulasi.
Selain itu, para pengunjuk rasa meminta Kepala Dinas PU Bina Marga untuk mengevaluasi serta memberikan sanksi tegas kepada mitra pelaksana proyek yang terlibat dalam permasalahan tersebut.
Tak hanya itu, massa juga mendesak Kepala Dinas untuk mundur dari jabatannya apabila dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut.
Koordinator aksi, Neka Pratama, mengatakan bahwa tuntutan yang disampaikan merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap dugaan kebocoran anggaran daerah di Kabupaten Musi Rawas.
Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, setelah lebih dari 30 menit berorasi, Kepala Dinas PU Bina Marga Musi Rawas belum juga menemui massa.
Para pengunjuk rasa kemudian mendapat informasi bahwa Kepala Dinas sedang menjalani Work From Anywhere (WFA) dan mengirimkan perwakilan untuk menemui massa aksi.
Sementara itu, staf Dinas PU Bina Marga Musi Rawas, Iwan, yang menerima massa tidak memberikan klarifikasi terkait tuntutan tersebut. Ia hanya menyatakan akan menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutan massa kepada pimpinan.
Dinas PU Bina Marga Musi Rawas Didemo, Massa GPKP Tuntut Pengembalian Temuan BPK Rp8,6 Miliar








