Sementara itu, Direktur Utama PT Transportasi Global Mandiri, Asyari Nasution, mengakui adanya kendala dalam pembayaran gaji, namun menegaskan hal itu hanya terkait pengaturan arus kas (cash flow) perusahaan.”Pembayaran dari Pemkot Palembang sebenarnya lancar. Tapi karena cash flow kami, pembayaran sempat molor. Saya janji sisanya akan dibayarkan pada 20 Juli. Tidak pernah ada keterlambatan sampai tiga bulan. Ini hanya masalah pengaturan antara pemasukan dan pengeluaran,” jelas Asyari.
Asyari juga meminta maaf kepada masyarakat Palembang atas ketidaknyamanan yang terjadi, seraya menekankan bahwa keterlambatan tersebut bukan disengaja.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto, menyatakan akan melakukan pengecekan terkait dugaan keterlambatan pembayaran kepada sopir.”Kalau memang ada keterlambatan satu atau dua bulan, tentu akan kami tegur,” tegas Agus.
Saat ditanya apakah permasalahan ini dapat berujung pada pemutusan kontrak dengan pihak operator, Agus menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).”Kami selalu didampingi oleh BPKP dalam pengawasan. Selama hasil evaluasi BPKP menunjukkan kinerja masih baik, kerja sama tetap dilanjutkan. Evaluasi rutin dilakukan setiap tahun,” tutupnya.
Dre













