Bulan Ramadhan Bawa Berkah Bagi Pedagang Takjil di OKU Selatan

ONews-id.com (OKU Selatan )-Ramadhan identik dengan bulan belanja yang juga momentum mengantongi laba bagi para pelaku usaha. Bulan ini tentu saja disambut sumringah oleh mereka. Berbagai jenis usaha menunjukan geliatnya dari skala korporasi hingga pedagang kaki lima.

Lantas, bagaimana dengan Ramadhan kedua di babak pandemi ini? Sebagai gambaran, geliat ekonomi Ramadhan tahun lalu amat sepi. Tradisi belanja seperti yang sudah-sudah, sirna ikut terinfeksi virus Corona.

Bacaan Lainnya

Sentra ekonomi yang biasanya bergemuruh, seolah kehilangan gairah. Pandemi Covid-19 mengubah momentum pesta belanja di bulan puasa jadi mimpi buruk.

Namun Ramadhan kali ini agak berbeda dengan tahun lalu. Pasalnya, kehadiran bulan suci ramadan dan pasar takjil yang selalu dinanti warga di berbagai kota, termasuk di OKU Selatan kembali hadir.

Masyarakat kabupaten OKU Selatan menyambut gembira kehadiran pasar takjil, karena di pasar takjil tersebut mereka bisa mendapatkan jajanan atau kuliner khas daerah yang jarang dijual di pasaran. Karena itu setiap bulan Ramadhan, warga Kota Muara dua selalu menyerbu pasar takjil.

Pantauan porosinformasi.co.id di pasar takjil yang terletak di sepanjang jalan pasar tengah kota Muara dua, terlihat warga memadati lokasi. Warga berlomba-lomba membeli aneka jenis menu makanan berbuka puasa khas daerah yang dijual.

Makanan khas daerah yang cukup laris dibeli warga di pasar takjil tersebut antara lain empek-empek, kojo, engkak, laksan dan aneka jenis kue serta masakan khas Minang, Padang, Sumatera Barat.

“Semua makanan yang dijual di pasar takjil ini mengundang selera, sehingga semua ingin dibeli. Saya jarang membeli beberapa jenis makanan khas yang dijual. Tadi saya membeli lemang dan tape ketan hitam, aneka jenis kue, cendol dan jajanan lainnya. Sudah habis Rp 100.000 sekali belanja untuk makanan berbuka puasa,” kata Helen (33).

Tingginya minat warga berbelanja di pasar takjil memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang yang membuka lapak atau berjualan di pasar tersebut.

Pendapatan para pedagang makanan di pasar takjil ada yang meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan penjualan di hari-hari biasa.

Meningkatnya hasil penjualan dagangan makanan di pasar takjil tersebut diakui Uni Heny (40), pedagang sayur masak dan aneka kue yang berjualan di pasar takjil tersebut (ril/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *