Bangun Komunikasi Kinerja Berdampak, Kakanwil Minta Satker Aktif Publikasikan Capaian Kemenag

Uncategorized1646 Dilihat

ONews-id.com (Palembang)-Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan mendorong setiap satuan kerjanya untuk fokus pada kinerja berdampak dan aktif mempublikasikan informasi ke masyarakat. Langkah ini untuk memastikan kehadiran Kemenag di tengah umat sekaligus memenuhi hak publik akan keterbukaan informasi dan akuntabilitas.
Hal tersebut disampaikan Kakanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan dalam rapat koordinasi bersama pejabat eselon III dan tim kerja humas di ruang rapat Kakanwil, Selasa (02/09/2025).
“Menindaklanjuti Surat Edaran Sekjen Kemenag RI Nomor 29 Tahun 2025 Tentang Penguatan Publikasi Capaian dan Dampak Kinerja Kementerian Agama, saya minta seluruh Satker untuk mempublikasikan capaian kinerja Kemenag yang relevan dengan kebutuhan publik. Satu hari minimal satu berita,” tegas Syafitri.
Menurut Syafitri, publikasi kinerja bukan semata soal laporan kegiatan, tetapi merupakan hak publik untuk mengetahui bagaimana negara ini bekerja. “Masyarakat berhak tahu apa yang telah kita kerjakan dan hasil kerja pemerintah serta bagaimana anggaran digunakan. Selain sebagai upaya membangun reputasi, publikasi capaian Kemenag adalah bagian dari transparansi sekaligus akuntabilitas institusi,” ujarnya.
Publikasi capaian kinerja tersebut, lanjut Kakanwil, hendaknya disampaikan melalui kanal resmi seperti website, media sosial, media cetak, radio, serta televisi. “Publikasi harus menggambarkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar laporan kegiatan seremonial. Masyarakat berhak melihat manfaat kerja Kemenag secara langsung,” imbuhnya.
Syafitri meminta pimpinan satuan kerja dan unit kerja, baik Kepala Kemenag, Kepala Bidang dan Pembimas hingga Kepala Madrasah melakukan pemantauan dan evaluasi berkala atas publikasi yang dilakukan. Tim Kerja Humas Kanwil Kemenag Sumsel akan terus melakukan monitoring, memberi apresiasi bagi satker yang aktif, dan melakukan pembinaan bila ada yang kurang optimal. “Kita ingin memastikan publikasi benar-benar menghadirkan manfaat komunikasi publik. Transparansi bukan lagi pilihan, tapi merupakan sebuah keharusan,” pungkas Syafitri.