Ayam Sempidan Biru Kembali ke Hutan Talang Kembang Umur, Harapan Baru Konservasi di Musi Banyuasin

Musi Banyuasin1681 Dilihat

ONews-id.com(Muba), Sumatera Selatan – Keheningan hutan Talang Kembang Umur di Desa Epil Barat, Musi Banyuasin, menyimpan kejutan: kemunculan kembali ayam sempidan biru (Lophura ignita), salah satu spesies burung hutan yang semakin langka dan terancam punah. Fenomena ini menjadi sorotan penting bagi pelestarian satwa liar di Sumatera Selatan.

Kawasan Talang Kembang Umur dulunya merupakan sentra perkebunan karet yang berjaya di era kepemimpinan Bupati H. Nazom Nurhawi. Namun sejak aktivitas penyadapan karet menurun drastis, wilayah ini perlahan kembali menjadi hutan lebat yang minim gangguan manusia. Kondisi inilah yang menciptakan habitat alami yang cocok bagi satwa liar untuk berkembang biak.

Ayam sempidan biru atau Lophura ignita adalah burung dari keluarga Phasianidae yang dikenal karena keindahan bulunya yang mengilap kebiruan, terutama pada pejantan. Burung ini biasanya menghuni hutan dataran rendah yang lebat dan lembab di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Termasuk dalam kategori Vulnerable (VU) menurut Daftar Merah IUCN, populasi ayam sempidan biru terus menurun akibat hilangnya habitat dan perburuan liar. Daya tarik bulu jantannya yang mencolok menjadikan burung ini incaran dalam perdagangan satwa liar ilegal.

Namun belakangan, warga sekitar Desa Epil Barat melaporkan semakin sering melihat burung berwarna biru metalik ini melintas di jalur semak atau terdengar suara khasnya di pagi hari,dan sangat ribut disore hari. Warga setempat menamakan hewan ini TUGANG.