Penghargaan ini turut membawa nama Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Musi Banyuasin ke forum internasional. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi sumber daya manusia daerah mampu bersaing secara global apabila didukung inovasi, konsistensi, dan tata kelola yang profesional.
Dalam pernyataannya, Andi Mustika menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar capaian personal.
“Penghargaan ini adalah tanggung jawab moral. Ini menjadi pengingat bahwa insan pers harus terus berinovasi, mandiri, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tanpa meninggalkan etika jurnalistik,” ujarnya.
Capaian ini diharapkan menjadi contoh edukatif bagi insan pers dan generasi muda, khususnya di daerah, bahwa profesi jurnalistik dapat berjalan seiring dengan kewirausahaan yang sehat dan transparan. Sinergi antara pers, inovasi, dan ekonomi dinilai menjadi salah satu kunci ketahanan profesi media di tengah tantangan era digital.
Dengan penghargaan ini, posisi Musi Banyuasin tidak hanya dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, tetapi juga sebagai daerah yang melahirkan tokoh pers inovatif dengan visi regional hingga internasional.
(Megat Alang/**)














